RSS

Jenis-jenis Kecacatan

14 Dec

Autis

Autis adalah jenis kecacatan terhadap pengembangan diri yang bisa kelihatan ketika sang anak berumur tiga tahun. Penyebabnya tidak dapat diketahui tetapi ada kemungkinan Sang ibu ketika hamil terlalu banyak miunm suplemen kehamilan terutama yang berkaitan dengan kecerdasan anak dan perkembangan otak anak ketika si anak nanti lahir. Autis ini adalah suatu kecacatan yang diakibatkan ketidak seimbangan kerja otak dalam berfikir dan menerima rangsangan.

Ketika seseorang mengalami autis, mereka pasti memiliki persoalan-persoalan tentang:

· Membutuhkan perhatian yang berlebihan, kalau sampai perhatian terhadap si anak autis ini kurang, maka emosi si anak bisa meledak-ledak.

· acuh tak acuh dan memikirkan diri sendiri dan tidak peduli pada lingkungan sekitar serta si anak punya kesibukan sendiri.

· Tidak tahan dengan bunyi-bunyian dan suara

· Menolak suatu benda atau orang yang dianggap asing

· Sensitif terhadap sentuhan dan akan sangat marah ketika dia disentuh.

· Tidak bisa mengontrol perasaan mereka sehingga terkadang mereka memiliki tingkat emosi yang tinggi.

· Tidak bisa bergaul dengan anak-anak sebayanya.

· Tidak bisa menerima segala bentuk perubahan.

Autis adalah sebuah ”ketidakteraturan spektrum”, yang artinya tidak semua penyandang autis memiliki kesamaan persoalan. Satu orang penyandang autis bisa memiliki tiga persoalan tetapi yang alin hanya memiliki satu persoalan. Beberapa anak penyandang autis berjuang untuk mempelajari sesuatu, mereka tidak mudah mempelajari sesuatu yang baru. Beberapa diantaranya memiliki kecerdasan di atas rata-rata atau genius dan mereka bisa mengerjakan soal-soal matematika persamaan kuadrat pada usia tiga tahun. Beberapa diantaranya tidak mau disentuh, tetapi sebagian yang lain suka memeluk.

Beberapa anak penyandang autis menyukai pekerjaan yang sama dalam satu waktu dan asyik dengan pekerjaan itu dan ini dapat membuat mereka tenang. Beberapa orang dengan autis sangat mebenci suara yang berisik, terutama ketika mereka diganggu atau dalam situasi yang baru. Mereka berusaha menenangkan mereka sendiri dengan cara bergoyang-goyangkan badan dan sesuatu benda yang ada disekitarnya, merintih-rintih, berbicara keras dan menjerit. Merintih, berbicara keras dan menjerit membantu mereka untuk menjauhkan keadaan-keadaan kebisingan sampai mereka merasa tenang. Mereka juga berusaha untuk bersembunyi di bawah meja atau masuk dalam ruangan yang sempit kalau mereka tidak merasa nyaman, tempat yang gelap juga merupakan tempat yang aman menurut mereka.

Tuna Rungu Wicara

Tuna rungu wicara adalah jenis kecacatan yang diakibatkan oleh berkurangnya pendengaran dan atau kesulitan berbicara.

Bagaimanapun juga, orang-orang yang memiliki kesulitan dalam pendengaran tetap dapat berkomunikasi dengan bahasa sehari-hari. Mereka menggunakan sedikit pendengaran namun menyandarkan diri pada suara yang lebih keras dan/atau memperhatikan bibir orang yang berbicara untuk berkomunikasi secara efektif.

bahasa isyarat sejak lahir adalah melalui penerjemah bahasa isyarat yang handal. Untuk komunikasi yang sederhana – misalnya pemesanan di rumah makan atau pendaftaran kamar hotel – pada umumnya dapat dilakukan dengan saling memberikan tulisan.

  • Perhatikanlah isyarat seseorang untuk mengetahui apakah ia lebih suka menggunakan bahasa isyarat, gerak-gerik, tulisan atau wicara. Apabila Anda mengalami kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan oleh seseorang yang Tunarungu atau sulit mendengarkan, biarlah ia mengetahui hal itu.
  • Ketika dibantu oleh penerjemah bahasa isyarat, tataplah secara langsung orang yang Tunarungu tersebut, dan buatlah agar tatap muka itu sungguh sopan. Berbicaralah secara langsung kepada orang tersebut (“Apa yang anda butuhkan?”, daripada berbicara kepada penerjemah (“Tanyakanlah kepadanya apa yang ia butuhkan”).
  • Orang-orang Tunarungu butuh untuk dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan tentang masalah-masalah yang berdampak pada diri mereka, janganlah mengambilkan keputusan untuk mereka
  • Sebelum berbicara kepada seorang Tunarungu atau yang sulit mendengar, pastikanlah terlebih dahulu bahwa mereka memperhatikan Anda. Tergantung kepada situasinya, Anda dapat mengangkat dan melambaikan tangan Anda, tepuklah bahunya atau nyalakanlah lampu.
  • Katakanlah dengan cara lain kalimat yang tidak mereka mengerti, daripada mengulang kalimat itu.
  • Ketika sedang berbicara, tataplah orang tersebut. Ruangan yang tenang dan terang merupakan yang paling kondusif untuk komunikasi yang efektif. Apabila Anda berada di depan sumber cahaya – seperti jendela – di mana punggung Anda menghadap sumber cahaya itu, silau cahaya akan membuat wajah Anda gelap dan menyulitkan orang Tunarungu tersebut untuk membaca ucapan Anda.
  • Berbicaralah secara jelas. Sebagian besar orang yang memiliki kesulitan pendengaran mengandalkan pada perhatian terhadap bibir seseorang yang sedang berbicara untuk membantu mereka memahami apa yang dikatakan. Janganlah mengunyah permen karet, merokok atau menutup mulut Anda dengan tangan ketika sedang berbicara.
  • Tak ada gunanya berteriak kepada seseorang penyandang Tunarungu atau orang yang sulit mendengar. Apabila seseorang menggunakan alat bantu pendengaran, alat itu akan menyesuaikan suara pada tingkat normal, sehingga teriakan Anda hanya akan terdengar kacau.

Tuna Grahita/Mental Retardation/Down Syndrome

Orang yang menyandang keterlambatan mental (kadang-kadang disebut cacat perkembangan mental) mempelajari sesuatu secara pelan-pelan. Mereka memiliki saat tertentu yang sulit untuk mempergunakan apa yang telah mereka pelajari dan menerapkannya dari situasi tertentu ke situasi yang lain.

  • Berbicaralah kepada orang yang demikian ini dalam kalimat-kalimat yang jelas, menggunakan kata-kata sederhana dan konkret – daripada kata-kata yang abstrak – atau konsep-konsep. Bantulah ia memahami gagasan yang rumit dengan cara memilah-milahnya ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Janganlah menggunakan cara bicara seperti berbicara kepada bayi atau berbicara dengan tinggi hati kepada penyandang keterlambatan mental. Sesuaikanlah kecepatan, kompleksitas dan kosa kata yang Anda gunakan dengan kondisi orang yang bersangkutan
  • Ingatlah bahwa orang tersebut merupakan orang dewasa dan, meskipun apabila Anda tidak diberitahu, biarlah ia mengambil keputusannya sendiri
  • Orang penyandang keterlambatan mental mungkin sangat ingin membuat senang. Dalam wawancara, orang tersebut mungkin akan mengatakan kepada Anda apa yang dianggapnya ingin Anda dengar. Dalam situasi-situasi tertentu, seperti penegakan hukum atau pemeriksaan dokter, hal ini dapat mengakibatkan resiko yang besar apabila teknik wawancara yang Anda gunakan tidak efektif.
  • Pertanyaan-pertanyaan hendaknya diungkapkan secara netral agar mendapatkan informasi yang tepat. Periksalah jawaban-jawaban dengan mengulangi setiap pertanyaan dengan cara berbeda.
  • Mungkin sulit bagi penyandang keterlambatan mental untuk mengambil keputusan secara cepat. Bersabarlah dan berilah mereka waktu
  • Petunjuk yang jelas dengan piktogram dapat membantu penyandang keterlambatan mental untuk berkeliling di suatu tempat tertentu.
  • Penyandang keterlambatan mental tergantung kepada hal-hal rutin dan yang telah terbiasa untuk mengatur pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Sadarilah bahwa suatu perubahan tertentu dalam lingkungan atau dalam hal-hal rutin itu, mungkin menuntut perhatian dan waktu untuk menyesuaikan diri.

Ciri-ciri fisik yang bisa dikenali dari penyandang cacat mental adalah sebagai berikut:

- Berfikir lambat dan kurang dapat memahami apa yang dikatakan atau apa yang dimaksudkan orang lain

- Sebagian orang memiliki wajah yang sama seperti ”ras mongoloid”, berwajah sipit dan keliatan unik.

- Sangat susah untuk untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan atau kesulitan berbicara;

- Sangat sulit memahami tanda-tanda sosial (contohnya: Apabila anda sebenarnya tidak menginginkan berbicara mereka dengan berbalik badan, mereka tidak paham dengan tanda-tanda seperti itu.

- Sangat sulit untuk mempelajari dan berkonsentrasi terhadap suatu hal;

- Memerlukan banyak waktu dari kebanyakan orang untuk mempelajari sesuatu.

- Keliatan lebih muda dari umurnya;

- Tidak memahami ketika seseorang bergurau dan membuat ceria mereka;

- Banyak ditemukan dari mereka susah belajar membaca dan menulis;

- Tidak bisa membedakan yang benar dan salah

Tuna Daksa/Cacat tubuh

Cacat tubuh adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami difungsi pada sebagian kondisi fisiknya, cacat tubuh dibagi dalam beberapa kecacatan lagi yaitu:

- Cacat tubuh itu sendiri artinya ada bagian-bagian tertentu dari tubuhnya baik itu tangan, kaki maupun anggota tubuh lainnya seperti leher yang mengalami disfungsi.

- Polio tangan, apabila polio tangan keadaan tangan membengkok dan tidak berfungsi dengan baik.

- Polio Kaki, apabila polio kaki keadaan kaki bengkok dan pada orang-orang tertentu membentuk figur X maupun membentuk huruf O, dan kakinya tidak berfungsi dengan baik.

- Lumpuh layu adalah suatu keadaan dimana anggota tubuhnya lemas dan tidak bisa digerakkan secara maksimal, serta semakin lama tangan dan kakinya semakin kecil.

- Paraphlegi adalah suatu keadaan dimana kecacatannya diakibatkan oleh patahnya tulang punggung maupun retaknya tulang ekor dan tulang kemaluan serta retaknya tulang pinggang.

- Amputi tangan adalah keadaan dimana tangan seseorang terpotong

- Amputi Kaki adalah keadaan dimana kaki seseorang terpotong.

Tuna Netra

Tuna Netra adalah keadaan dimana seseorang memiliki disfungsi pada organ penglihatan. Tuna Netra dibagi menjadi beberapa yaitu:

- Buta Total adalah keadaan dimana dua matanya tidak berfungsi yang disebabkan pada kerusakan pada kornea mata atau pada putusnya syaraf mata

- Buta Sebagian adalah keadaan dimana satu mata dari seseorang tidak berfungsi dengan baik dikarenakan kerusakan kornea mata atau terputusnya saraf mata dari orang tersebut.

- Low Vision adalah suatu keadaan yang terjadi pada penglihatan seseorang, dimana orang tersebut tidak dapat melihat wujud asli dari suatu benda melainkan hanya berupa bayangan yang kabur dan itupun apabila disekitar benda tersebut terdapat banyak cahaya. Low Vision yang semakin parah akan menyebabkan kebutaan total.

 
Leave a comment

Posted by on December 14, 2008 in Difabilitas

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: