RSS

BERINTERAKSI DENGAN ORANG-ORANG BERKEBUTUHAN KHUSUS

14 Dec

A. Pendahuluan

Pada hakekatnya para orang-orang berkebutuhan khusus adalah manusia yang ingin dihargai dan dihormati serta dijunjung martabatnya. Orang-orang berkebutuhan khusus mempunyai kemampuan yang berbeda dibandingkan dengan orang-orang biasa. Dan terkadang mereka memiliki tingkat sensitifitas yang cukup tinggi terutama yang berkenaan dengan ”kebutuhan-kebutuhan khususnya”. Banyak diantara kita yang menganggap sebagai ”orang-orang normal” dengan seenaknya mempermainkan orang-orang berkebutuhan khusus.

Seorang pelawak di atas panggung dengan seenaknya memainkan peran sebagai orang berkebutuhan khusus dan itu dianggap sebagai sesuatu yang lucu. Padahal aksi panggung yang mereka tawarkan dengan guyonan seperti itu adalah sebagai salah satu hal penurunan martabat bagi orang-orang berkebutuhan khusus. Tapi sayang suara mayoritas mendukung akan hal itu, itulah salah satu bentuk konstruksi sosial yang ada di dalam masyarakat Indonesia terhadap orang-orang berkebutuhan khusus.

Belum lagi stigmatisasi yang ada terhadap seorang yang berkebutuhan khusus, mereka dianggap sebagai aib keluarga sehingga mereka cenderung dikurung dan tidak boleh bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Inilah yang kemudian menyebabkan mereka kurang bisa bersosialisasi dan tidak bisa mandiri. Konsep charity juga menjadi salah satu penyebab terhambatnya perkembangan orang-orang yang berkebutuhan khusus. Konsep charity inilah yang menyebabkan seseorang yang bekebutuhan khusus ini menjadi manja, sehingga mereka menjadi malas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh seseorang berkebutuhan khusus.

Satu hal lagi yang bagi orang-orang berkebutuhan khusus adalah alat bantu baik itu kruk, brace, protace, kursi roda, tongkat putih, kacamata, maupun alat Bantu pendengaran. Alat bantu adalah pengganti dari organ-organ tubuhnya yang mengalami disfungsi, sehingga bagi mereka alat bantu adalah bagian dari nyawa mereka. Maka dari itu jangan sekali-kali memakai alat bantu itu untuk mainan ataupun memindahkannya tanpa sepengetahuan mereka. Tongkat putih misalnya jangan sekali-kali mencopot plastik bewarna yang ada di tongkat putih tersebut karena plastik itu sebagai tanda ketika mereka berjalan di malam hari, karena plastik yang bewarna itu apabila malam hari akan menyala dan sebagai tanda bahwa ada tuna netra yang sedang berjalan atau disekitar itu, pola berjalan dengan tongkatpun tidak sembarangan karena mereka memiliki pola-pola tertentu, karena bagi mereka tongkat adalah sebagai pengganti mata mereka jadi jangan sekali-kali mempermainkan atau menyembunyikan tongkat tersebut. Lain lagi dengan paraplegia yang menganggap kursi roda merupakan alat yang fital bagi hidupnya. Kursi roda sangat membantu pergerakan seorang paraplegia untuk menjalankan aktifitasnya, mereka akan kesulitan bergerak apabila disekitarnya tidak ada kursi roda. Ini adalah sekelumit contoh betapa pentingnya alat bantu bagi kehidupan seseorang berkebutuhan khusus.

Selain itu di depan mereka jangan selalu menganggap orang-orang berkebutuhan khusus itu orang yang lemah. Jangan pernah berpikir bahwa setiap difabel membutuhkan bantuan Anda. Akan lebih baik jika anda menawarkannya terlebih dahulu. Ketika Anda sudah menawarkan bantuan kepada seorang difabel maka tunggu hingga mereka meresponnya. Jika tawaran bantuan Anda ditolak jangan mencoba untuk memaksakannya. Karena sebagian difabel akan merasa nyaman menyelesaikan permasalahannya dengan caranya sendiri. Inti dari ini semua janganlah membuat keputusan apapun tentang mereka tanpa terlebih dahulu bertanya kepada mereka karena mereka adalah pengambil keputusan yang terbaik berkenaan dengan kebutuhan mereka.

B. Berinteraksi dengan Penyandang Kesulitan Penglihatan

Berinteraksi dengan seseorang dengan penyandang kesulitan penglihatan tidak perlu eksklusif, tapi bertindak sewajarnya dan setulus-tulusnya. Berlakulah seperti anda menghadapi orang-orang biasa dan berilah pertolongan sewajarnya ketika mereka membutuhkan pertolongan ekstra seperti anda sendiri ketika butuh pertolongan. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika Anda ingin membantu seeorang penyandang kesulitan penglihatan, yaitu:

1. Hal-hal yang terbaik adalah berusahalah untuk tenang dan sopan bertanyalah kepada penyandang kesulitan penglihatan apabila mereka kelihatan membutuhkan pertolongan. Ini catatan yang cukup penting untuk anda perhatikan, sebagai contoh misalnya mereka meminta Anda untuk membantu mereka menyeberang. Janganlah melakukan sesuatu tanpa meminta pertimbangan dari mereka karena ini berkaitan dengan kenyamanan mereka.

2. Jika Anda di jalan bertemu dengan seorang tuna netra dan ingin menyapanya. Sapalah dan sebutkan nama Anda kemudian apabila anda ingin menjabat tangan si penyandang kesulitan penglihatan jangan langsung anda salami tangannnya tapi sentuhlah punggung tangan Dia dengan punggung tangan anda nantinya dia akan langsung menyalami tangan anda. Seperti pada gambar di bawah ini:


3. Jika anda menjumpai seorang tunanetra di jalan yang tampaknya memerlukan bantuan, tanyakan kepadanya. Apakah ia membutuhkan bantuan anda, jangan mendorongnya atau memegangnya dari belakang sambil berjalan-jalan seolah-olah anda yang dituntun. Tetapi sodorkan lengan anda untuk dipegangnya, kemudian tuntunlah dan biarkan ia mengikuti anda menyeberangi jalan dengan aman. Jangan pula bantuan diberikan dengan cara berteriak dari kejauhan seperti kiri, kanan, mundur, maju dan sebagainya. Karena boleh jadi informasi yang anda berikan tidak sesuai dengan maksud bantuan anda. Sebaiknya anda langsung mendatangi seraya menuntun langsung ke arah yang dikehendakinya.

Dan kemudian mereka akan berjalan disamping anda seperti pada gambar di bawah ini:

4. Jika anda menemui mereka berjalan dengan tongkat dan anda bermaksud untuk menuntunnya, hindarilah menuntun dengan hanya menarik tongkatnya. Kecuali jika Ia berhadapan dengan lubang, parit atau rintangan lain. Peganglah tangannya yang sedang memegang tongkat seraya mengenalkan keadaan medan dengan tongkatnya.

5. Jika anda menuntunnya di dalam sebuah lorong atau gang yang cukup lebar pindahlah lengan anda yang dipegang ke belakang dan dia akan dengan sendirinya bergeser agak masuk ke dalam di belakang anda, seperti pada gambar di bawah ini:

Apabila melewati lorong yang cukup sempit Anda harus memindahkan tangan anda dari posisi melambai kebelakang menjadi agak tertekuk ke belakang dan secara otomatis mereka akan langsung merapatkan posisinya tepat di belakang anda.

6. Jika anda menuntunnya biarkan Ia memegang lengan anda, dan berjalan perlahan-lahan sedikit di depannya seraya waspada terhadap rintangan-rintangan. Jangan lupa memberi isyarat atau informasi mengenai situasi medan yang dilalui, terutama rintangan berupa lubang, parit, tiang listrik, pohon dan cabang-cabangnya yang kadang di luar perhitungan anda justru membahayakan dirinya.

7. Jika dalam menuntun anda harus menaiki tangga berhentilah di depan tangga dan tanyakan apakah Ia ingin naik atau turun, dan beritahukanlah jumlah anak tangganya. Jika tangganya dilengkapi dengan pegangan tangan, letakkan tangannya di pegangan tangga tersebut. Beritahulah bila anda telah mencapai anak tangga terbawah atau sebaliknya.

8. Jika tangganya berupa eskalator letakkan tangannya pada pegangan tangga bagian pangkal (tidak sejajar dengan anak tangga), isyaratkan agar mengangkat salah satu kaki ke anak tangga dan biarkan posisi ke dua kakinya berada pada anak tangga terdepan dibantu dengan pegangan tangannya berfungsi sebagai detektor ujung tangga.

9. Bila Ia ingin duduk, bantulah dia meletakkan tangannya ke sandaran atau ke jok kursi sebagai cara untuk mengenalkan posisi kursi. Biarkan dia duduk sendiri, jangan mendudukkannya dengan cara memegang badannya lalu menekan untuk duduk, karena sungguh cara demikian tidak disukainya.

10. Jika Ia hendak naik kendaraan umum, letakkan tangannya pada bagian pintu dan katakan pada penumpang lain seraya minta tempat duduk untuknya. Tapi awas jangan sampai kepalanya membentur bagian atas pintu atau atap kendaraan. Namun jika anda turut bersamanya sebagai penumpang, naiklah terlebih dahulu seraya menuntunnya hingga mencapai tempat duduk untuknya, selanjutnya lakukan seperti cara mendudukkan di atas. Jangan sekali-kali dia yang naik duluan dan anda mengarahkan dari belakang, karena dengan cara demikian menyulitkan ia mencari tempat duduk sendiri dan memungkinkan Ia meraba sesuatu yang tidak perlu.

11. Jika anda bermaksud memboncengnya dengan kendaraan roda dua cukup anda menepuk jok boncengan kendaraan anda. Lalu aktifkan mesin dan minta Ia untuk duduk begitu kendaraan siap anda luncurkan. Sebelum bergerak, tanyakan kepadanya apakah Ia biasa dibonceng, kalau iya, maka anda tidak perlu memberikan isyarat apa-apa, tapi kalau tidak, mulailah dengan memintanya meletakkan kedua kakinya di stand kaki sambil tangan memegang bagian sadel atau badan anda sendiri.

12. Jika Anda sedang berjalan bersama difabel yang memiliki masalah dengan penglihatan, sebaiknya bukan anda yang memegang pundak mereka, biarkan mereka yang memegang pundak Anda hingga mereka merasa aman mengikuti langkah kaki Anda. Informasikan pada mereka jika Anda melalui jalan yang menanjak, berlubang, dan ada hambatan.

13. Jika anda seorang guru atau dosen,atau sebagai pembawa materi pada suatu temu ilmiah dimana dalam kegiatan tersebut diikuti pula oleh penyandang cacat tunanetra, paparkanlah materi anda sebagaimana biasanya. Namun jika anda bermaksud menerangkan melalui media proyektor OHP, komputer dan papan tulis, jangan diam saja atau sekedar menunjuk gambar,simbol dan karakter yang tampak dengan perkataan ini dan itu. Kemukakanlah apa yang anda tunjuk di media tersebut.

14. Jika anda harus berjalan beriringan, cukup memegang jari tangannya biar kelihatan santai akan tetapi jika jalan ramai atau sempit, isyaratkan hal itu kepadanya agar ia memegang tangan anda. Hindarkan memegang tangannya terlalu keras, menarik/mengangkat pegangan tangan agak ketinggian, atau posisi tangan yang dipegang dimasukkan di saku celana atau posisi-posisi lain yang menimbulkan kecanggungan.

15. Jika anda menjamu mereka makan dan minum ambil tangannya untuk mengenalkan jenis makanan dan minuman yang anda sajikan. Mulailah dengan mengenalkan wadah yang berukuran paling tinggi hingga paling kecil. Jika makanan tersebut tercampur dalam satu piring, raih jarinya serayamengenalkan posisi lauk, sayur, sambal dan lain-lain. Anda jangan menginformasikan keadaan letak hidangan hanya dengan menunjuk.

16. Jika anda bertemu seorang penyandang kesulitan penglihatan di tempat yang baru baginya, kenalkanlah tempat itu padanya terutama hal-hal yang berhubungan langsung dengan fasilitas yang ada seperti WC, tempat duduk, tempat tidur, tempat ibadah dan terutama hal-hal yang dapat membahayakan baginya.

17. Jika anda mengunjungi seorang tunanetra, jangan memindahkan barang-barangnya tanpa memberitahukannya karna akan memakan waktu berjam-jam baginya untuk menemukannya kembali. Demikian pula jika anda bermaksud untuk memberikan sesuatu berupa benda, maka beritahukanlah maksud anda itu sambil memukul-mukul benda yang anda tawarkan hingga menimbulkan bunyi. Sebab dengan bunyi benda yang anda pukul akan menjadi acuan baginya untuk menuju atau meraih benda dimaksud dengan tepat.

18. Agar anda dapat merasakan bagaimana hidup sebagai seorang penyandang kesulitan penglihatan, cobalah melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan siang, membuat minuman, berdandan, atau mencari sesuatu dengan mata tertutup. Jika anda telah merasakan betapa berat hidup sebagai seorang penyandang kesulitan penglihatan, maka bersyukurlah seraya meyakinkan diri anda untuk membantu mereka.

19. Jika pada lingkungan atau keluarga anda atau di mana saja anda menjumpai penyandang kesulitan penglihatan hindari kebiasaan menyapa mereka berupa panggilan “si buta” atau sebutan lain yang identik dengan kebutaan yang disandangnya. Beritahu dan yakinkanlah dia serta lingkungan sosial anda bahwa kebutaan tidak harus disesali dan diterima dengan fatalisme. Lakukanlah prakarsa untuk mengubah pandangan destruktif masyarakat terhadap eksistensi penyandang kesulitan peglihatan dengan tindakan-tindakan kongkrit berupa advokasi, mengajaknya bersekolah, atau paling kurang memposisikan dirinya sebagai orang yang memiliki potensi terpendam.

20. Hal penting lainnya yang harus diingat adalah apabila mereka penyandang kesulitan penglihatan memakai anjing untuk menuntun mereka, janganlah sekali-kali mengganggu anjing tersebut. Anjing itu seekor anjing pekerja yang sedang melakukan tugas yang sangat penting yaitu membantu penyandang kesulitan penglihatan sebagai kenyamanan, keamanan.

C. Berinteraksi dengan Penyandang Kesulitan Pendengaran dan Wicara

Penyandang kesulitan pendengaran dan wicara secara fisik kelihatan tidak memiliki hambatan tertentu apabila dilihat, tetapi ketika kita mengajaknya berkomunikasi secara verbal. Ada hal-hal tertentu yang dapat dijadikan pegangan apabila anda melakukan interaksi dengan orang-orang yang mengalami kesulitan pendengaran dan wicara. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita berinteraksi dengan penyandang kesulitan pendengaran dan wicara yaitu:

1) Ketika Anda ingin berkomunikasi dengan dia janganlah berkomunikasi dengan penerjemahnya karena dia akan sangat tersinggung.

2) Ketika anda ingin berkomunikasi dengan dia carilah perhatiannya yaitu dengan menepuk pundaknya atau menyentuh tangannya.

3) Ketika Anda sedang berbicara dengan seorang penyandang kesulitan pendengaran, maka sebaiknya anda berbicara langsung dengan menatap wajahnya, jangan membelakangi ataupun mengalihkan pandangan ketika berbicara dengan mereka.

4) Ketika Anda sedang berbicara dengan dia berbicarlah sewajarnya tidak usah berteriak-teriak karena mereka kan kehilangan fungsi pendengaran sehingga pembicaraan anda kemungkinan tidak akan terdengar kalau anda berteriak-teriak.

5) Ketika Anda sedang berbicara jangan terlalu cepat, berbicaralah pelan-pelan dan jangan berbelit-belit langsung ke inti masalah.

6) Ketika Anda sedang berbicara dengan dia jangan menutup mulut agar orang tersebut dapat dengan mudah mengetahui apa yang sedang anda katakan.

D. Berinteraksi dengan Penyandang Kesulitan mental/intelectual disabilities

Penyandang kesulitan mental juga seseorang yang tidak bisa diremehkan. Walaupun mereka lemah untuk memberdayakan fungsi otaknya, tetapi mereka fisiknya kuat. Penyandang kesulitan mental (mentally retardation) dibagi menjadi tiga yaitu:

1) Down syndrome

Pada anak Down’s Sindrome, indikasi terjadinya gejala Down’s Sindrome sudah dapat diketahui pada satu tahun pertama, hal ini berbeda dengan anak tuna netra dan bayi normal yang kadangkala baru diketahui beberapa waktu kemudian. Pada anak penderita Down’s Sindrome sering memperlihatkan pola perkembangan fisik yang sama dengan anak normal namun dalam hal kecepatan dan kegesitan tampak ketinggalan jauh. Ini karena perkembangan otak dan fungsi syarafnya tidak sempurna. Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita berinteraksi dengan anak-anak penyandang kesulitan mental atau tuna grahita yaitu:

1. Jangan pernah membicarakan penyebab kecacatannya.

2. Jangan pernah mengganggu mereka dengan hal-hal di luar kebiasaannya.

3. Mereka sangat bergantung pada kebiasaan yang ia kenal dalam mengatur tugas atau kegiatannya sehari-hari sehingga dalam lingkungan yang berbeda akan membutuhkan waktu untuknya beradaptasi kembali.

4. Selalu menjaga kontak mata dengan mereka ketika berkomunikasi. Bagi mereka ini adalah suatu tanda penghormatan dan juga menunjukkan kepada mereka tentang keseriusan Anda untuk menolongnya.

5. Jangan menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dipahami oleh mereka, pergunakanlah bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh mereka.

6. Ingatlah bahwa mereka juga orang dewasa yang dapat membuat keputusan sendiri, kecuali jika anda telah menerima informasi sebaliknya.

7. Ajarkan pada mereka perilaku-perilaku yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan agar mereka tahu perilaku-perilaku yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan dalam segala situasi.

8. Jika Anda sedang berbicara dengan mereka, berbicaralah sebagaimana anda sedang berbicara dengan orang biasa. Jangan pernah beranggapan bahwa jika dia tidak merespon (tidak berbicara) sama artinya dia tidak memahami pembicaraan Anda.

9. Apabila memungkinkan dimanapun, jika ingin memanggil atau menunjuk mereka pergunakanlah nama kecil mereka, dan hal inilah yang diinginkan oleh mereka dengan respon yang cepat dan tanggap.

2) Autisme

Autisme adalah suatu istilah atau nama yang digunakan untuk menggambarkan perilaku yang aneh atau ganjil dan kelambatan perkembangan sosial dan komunikasi yang berat. Anak yang mengalami autisme sulit melakukan kontak mata dengan orang lain sehingga memberikan kesan tidak peduli terhadap orang di sekitarnya. Kelainan utama pada anak autistik adalah dalam hal komunikasi verbal. Mereka sering mengulang kata-kata (echolalia) dan melakukan perbuatan yang selalu sama, rutin dan dalam pola yang tertentu dan teratur. Apabila kegiatannya tersebut mengalami hambatan atau perubahan, maka mereka akan berperilaku aneh serta berteriak-teriak, berjalan mondar-mandir sambil menendang atau membenturkan kepalanya ke tembok. Kondisi ini juga sering terjadi apabila anak dalam keadaan tegang, senang atau berada di tempat yang asing. Hal-hal yang perlu anda siapkan ketika anda berinteraksi dengan orang-orang yang mengalami autis adalah sebagai berikut:

1. Berkomunikasi dengan autis membutuhkan kesabaran karena mereka adalah termasuk orang-orang yang cuek dan acuh tak acuh dengan lingkungan mereka.

2. Bantu dia memfokuskan perhatiannya ketika anda mengajarkan sesuatu karena seseorang penyandang autis akan kesusahan bekonsentrasi kepada suatu pekerjaan.

3. Mengembangkan suatu hubungan yang erat dan saling percaya dengan anak anda;

4. Menggunakan kebiasaan sehari-hari yang konsisten, dimana anak anda terlibat secara penuh;

5. Memberikan isyarat/ penanda kepada penyandang autis sehingga ia dapat belajar mengantisipasi apa yang akan terjadi;

6. Memberikan kesempatan kepada anak untuk memiliki kendali atas lingkungannya.

7. Ajaklah berkomunikasi secara rutin karena kecenderungan penyandang autis menjadi seorang yang pendiam.

8. Jangan ganggu mereka dalam rutinitasnya karena hal ini akan menyebabkan emosi mereka terganggu, kalaupun memang dirasa perlu dengan mereka bicaralah dengan penuh kesabaran dan rayulah sampai dia mau meniggalkan permainan atau pekerjaannya, tetapi ingat jangan menyentuh sesutau yang jadi fokus pekerjaannya sebelum anda berbicara dan merayunya.

Tips untuk anda yang nantinya akan menjadi calon ayah atau ibu:

1. Jangan mengkonsumsi banyak suplemen kehamilan terutama untuk tumbah kembang dan kecerdasan otak anak anda ketika lahir, karena dari kemungkinan-kemungkinan yang ada kebanyakan mengkonsumsi suplemen menjadi salah satu penyebab memungkinkan bagi anak anda lahir dengan autis.

2. Apabila anda mempunyai anggota keluarga autis berilah dia dengan makanan-makanan organic, karena itu dapat mempengaruhi kinerja otak mereka dalam hal pengontrolan emosi.

E. Berinteraksi dengan Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

Lumpuh otak adalah gangguan kendali terhadap fungsi motorik dikarenakan kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan lumpuh otak. Namun tetap ada harapan untuk mengoptimalkan kemampuan anak lumpuh otak dan membuatnya mandiri dengan terapi. Penyebab lumpuh otak sampai saat ini belum diketahui, namun diduga hal ini terjadi karena:

  • Bayi lahir prematur sehingga bagian otak belum berkembang dengan sempurna.
  • Bayi lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen
  • Adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak.

Lumpuh otak juga bisa berkombinasi dengan gangguan epilepsi, mental, belajar, penglihatan, pendengaran, maupun bicara. Gejala lumpuh otak sudah bisa diketahui saat bayi berusia 3-6 bulan, yakni saat bayi mengalami keterlambatan perkembangan.

Ciri umum dari anak lumpuh otak adalah:

Ø Perkembangan motorik yang terlambat.

Ø Refleks yang seharusnya menghilang tapi masih ada seperti:

v Refleks menggenggam hilang saat bayi berusia 3 bulan

v Bayi yang berjalan jinjit atau merangkak dengan satu kaki diseret.

Terkadang organ-organ tubuh mereka bergerak sendiri tanpa bisa dikendalikan. Ada beberapa jenis Cerebral palsy atau lumpuh otak, jenis-jenis itu antara lain:

1) Spastic (tipe kaku-kaku)

Spastic adalah dialami saat penderita terlalu lemah atau terlalu kaku. Jenis ini adalah jenis yang paling sering muncul. Sekitar 70%-80% kasus yang ada pada kasus kelumpuhan otak adalah penyandang spastic.

2) Athetoid/Dyskinetic

Athetoid terjadi dimana penderita yang tidak bisa mengontrol gerak ototnya, biasanya mereka punya gerakan atau posisi tubuh yang aneh.

3) Ataxic/hipotonis

Ataxic terjadi pada anak-anak dengan otot-otot yang sangat lemah sehingga seluruh tubuh selalu terkulai. Biasanya berkembang menjadi spastic atau athetoid.

4) Kombinasi

Kombinasi adalah perpaduan antara spastic atau athetoid.

Berinteraksi dengan penyandang cerebral palsy haruslah mengerti psikologis mereka, karena mereka memiliki tingkat sensitifitas yang cukup tinggi yang dibarengi dengan tingkat emosional yang sangat tinggi pula, mereka cenderung menjadi pemalu. Dan tidak semua penyandang Cerebral palsy dapat berinteraksi atau bersosialisasi dengan lingkungannya, bahkan mereka cenderung tertutup. Faktor-faktor yang menyebabkan diri mereka tertutup seperti kebanyakan penyandang kesulitan mobilitas lainnya adalah faktor keluarga maupun dari diri mereka sendiri. Biasanya keluarga merasa malu ketika mereka mempunyai anak CP, sehingga mereka cenderung disembunyikan. Apalagi kalau penyandang CP ini athetoid, seorang yang athetoid cenderung tidak bisa mengontrol air liur yang keluar dari mulutnya dan mungkin bagi sebagian orang hal itu menjijikkan sehingga mereka malu apabila mereka mempunyai anak CP. Ada hal-hal yang penting anda perhatikan ketika anda akan membantu mereka yang memiliki CP, yaitu:

1. Jangan mendorong-dorong dari depan, belakang/samping, karena dapat menyebabkan jatuh walau hanya dorongan kecil saja bisa berakibat fatal

2. Kebanyakan orang yang kurang tahu dan ingin membantu akan menggandeng tangan penyandang CP tersebut dan ini salah penerapannya, karena kalau di gandeng tangannya sama saja mereka masih susah jalannya karena tangan mereka lebih berfungsi sebagai penopang keseimbangan dan akan lebih fatal lagi kalau tangan mereka ditarik-tarik ini bisa menyebabkan mereka kehilangan keseimbangan. Menggandeng tangan mereka hanya membuat dia merasa tenang, feel safe dan nyaman, tapi tidak membantu keseimbangannya.

3. Kalau ingin membantu mereka berjalan taruhlah tangan mereka ke bahu anda.

4. Bersikaplah tenang, normal dan tidak merasa aneh ketika anda bertemu para penyandang CP maupun penyandang kesulitan mobilitas lainnya.

5. Jangan melihat ke Penyandang CP dan kesulitan mobilitas yang lain dengan tatapan yang aneh atau berbicara yang tidak-tidak apalagi anda terlalu lama memperhatikan bagian-bagian kecacatannya, ini akan membuat dia tersinggung, jadi bersikap sewajarnya.

F. Berinteraksi dengan Penyandang Kesulitan mobilitas

Penyandang Kesulitan mobilitas adalah orang-orang yang memiliki mobilitas terbatas atau bahkan tidak bisa bergerak karena ada satu atau beberapa organ tubuhnya yang tidak berfungsi dengan baik bisa disebabkan oleh polio, ataupun kecelakaan sehingga mereka kesulitan mobilitas. Kesulitan-kesulitan mobilitas ini bisa disebabkan oleh Polio, maupun kecelakaan ataupun memang dia terlahir dengan organ tubuh yang tidak sempurna seperti bongkok (spina bifida), cebol atau berbadan pendek, pertumbuhan tangan yang tidak sempurna, tidak ada tangan ataupun tanpa kaki. Yang termasuk penyandang kesulitan mobilitas selain polio maupun amputi juga paraplegia, paraplegia adalah penyandang kesulitan mobilitas karena kerusakan abdoment atau patah tulang belakang atau mengalami kelumpuhan tubuh bagian bawah. Ada beberapa hal yang sudah diutarakan diatas (pada cara berinteraksi dengan penyandang CP) berkenaan dengan etika berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kesulitan mobilitas, tetapi ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu:

1) Jika Anda sedang berbicara dengan seorang penyandang kesulitan mobilitas yang duduk di kursi roda sebaiknya Anda tidak berdiri. Ambil posisi sejajar dengan dia, sehingga dia merasa nyaman untuk berkomunikasi.

2) Jika Anda sedang berada bersama pengguna kursi roda, jangan sekali-kali menitipkan barang bawaan Anda di atas pangkuannya, karena ini aalah wilayah privasinya yang harus dihormati.

3) Jika anda ingin membantu pengguna kursi roda untuk menyeberang ataupun untuk menuruni suatu tanjakan janganlah menyentuh atau mendorongnya secara langsung karena ini wilayah privasinya, sebaiknya utarakan terlebih dahulu keinginan Anda apakah dia mau dibantu atau tidak, karena bisa jadi kalau anda langsung mendorong ataupun menyentuh kursi rodanya dia akan terjatuh, sehingga ketika anda mengutarakan maksud anda kepada dia, maka akan ada kesiapan bagi dia untuk menata dirinya agar tidak terjatuh.

4) Jika anda sedang berjalan bersama penyandang kesulitan mobilitas yang menggunakan kruk, brace maupun protace sebaiknya anda berjalan tidak terlalu cepat dan mengambil posisi di sampingnya.

 
8 Comments

Posted by on December 14, 2008 in Difabilitas

 

8 responses to “BERINTERAKSI DENGAN ORANG-ORANG BERKEBUTUHAN KHUSUS

  1. bocahbancar

    December 23, 2008 at 8:13 pm

    Hmm..

    Saya tertarik dengan tulisan Anda mengenai Sikap kita terhadap penderita Cerebral Palsy..

    Apakah ini murni tulisan Anda..??Maaf saya bertanya demikian karena saya sangat ingin mempelajari lebih dalam mengenai CP ini..

    Terima kasih..

     
    • whawha

      December 24, 2008 at 4:27 am

      Ini murni tulisan saya yang sudah saya sarikan dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi sebagai seorang Tuna daksa yang sering bergaul sama mereka, kalau memang Anda tertarik untuk lbh banyak tahu tentang CP, kita bisa berdiskusi, dan selagi saya mampu menjawab saya akan membantu anda.

       
  2. Romdhoni

    December 30, 2008 at 8:58 am

    menurut saya ABK butuh penyediaan fasilitas yang sama dengan anak normal dan pengakuan di halayak umum.
    makasi

     
    • whawha

      January 4, 2009 at 8:07 am

      Iya memang yang dibutuhin salah satunya adalah bangunan dan fasilitas publik yang aksesible bagi mereka atau lebih dikenal dengan nama universal design. Tapi aq minta tolong jangan pergunakan kata-kata anak normal dan tidak, kami semua normal tetapi berbeda kemampuan mendingan pakai istilah anak biasa dan anak berkebutuhan khusus

       
  3. Mr Frans Jogja

    April 12, 2010 at 1:34 am

    Halo mr wawa,

    Nice meeting you. You look so great to fight for humanity and social life. I do hope your struggle will never end until the marginal people get freedom and prosperity in their lives. I just remind you a few years ago, when you joined English class at smile group. I hope you still remember all your beloved friends. You all my great students. It is only a sweet memory to remember. Keep the spirit of life. Bravo….

     
    • whawha

      April 13, 2010 at 3:59 pm

      Hi Mr Franz, nice to meet u too, I still remember with others. We meet in FB and still communicate with them. Thanks for your advice, perhaps I can do this till I die

       
  4. Vinny

    August 11, 2011 at 6:15 pm

    halo Mas Wawa,
    bisa minta alamat email untuk kontak pribadi? saya tertarik untuk mengutip beberapa informasi Anda untuk artikel saya. Lebih detil akan saya jelaskan di email/nomor kontak.
    Semoga dapat segera dibalas.
    Terima kasih.

     
    • whawha

      August 13, 2011 at 11:43 am

      Mbak email saya hari_kurniawan@yahoo.com, sorry telat bales, maklum sbk ngurusi anak2 jg d taman bacaanq mbak, aq pny 60 anak didik

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: